Minggu, 27 Januari 2013
Filosofi, Landasan, Konsep, dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Pendidikan Karakter
Oleh.
Prof. DR. H. Sofyan Sauri, M.Pd
A.
Pendahuluan
Kebobrokan moral yang meluas di kalangan birokrasi pemerintah dan
masyarakat, membutuhkan penanganan cepat. Jika tidak, kebangkrutan negara ini
tinggal menunggu waktu. Penanganan yang cepat yang bisa dilakukan adalah dengan
menegakan hukum yang adil bagi semua lapisan masyarakat serta memberikan keteladanan
dari elit politik dan tokoh masyarakat tentang pentingnya moral bangsa. Langkah
ini harus disertai dengan kegiatan terus menerus berupa pendidikan tentang
karakter dan moral baik (Kompas, 21 Juni
2011)
Korupsi Saja, Tak Cukup | Nikah Siri, syari’at Islam
Maraknya
propaganda-propaganda yang menghujani berbagai media ditanah air tentang
banyaknya kasus korupsi yang tak pernah usai, dan tak cukup waktu untuk
dibahas, meski saat ini banjir di Jakarta sudah menjadi berita popular, tetap
saja berita korupsi yang sudah lama terendam, kembali hangat menyapa masyarakat
di media cetak maupun televisi,
Bukan
hanya yang bertebaran di setiap layar kaca, mungkin lebih banyak lagi koruptor
yang tidak kita ketahui, dan tidak menutup kemungkinan, jika kita berada dalam
jabatan yang sama (seperti para koruptor) sulit untuk menghindari itu semua. Pada
dasarnya, manusia itu tak pernah puas, dan tak dapat dihindari, walau pun hari
ini, kita memaki-maki para koruptor atas kejahatan yang tak bisa dimaafkan itu.
Ketika kita berada dalam posisi yang sama, banyak peluang untuk melakukan hal
yang sama. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)
terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah berpartisipasi atas terciptanya blog ini. mudah-mudahan blog ini bisa bermanfa'at. Amin

