Senin, 25 Juni 2012

Bukan Idola !!


Berfikir tentang seorang pemimpin, apa yang anda pikirkan pertama kali?? Korupsi? Ah.. mungkin ungkapan itu hanya terpikir oleh orang Indonesia saja. Coba pikirkan hal yang lain, hal yang positif, hal yang menyenangkan.  Kesejahteraan, keadilan, keinginan untuk didengar..?! itulah ungkap mahasiswa yang berjalan di depan Gedung Sate sambil berteriak-teriak tak pernah kenal lelah. Ya! Ku akui mereka hebat, memiliki keinginan penuh tuk mengubah segala kebijakan yang mereka anggap tidak adil, memiliki akselerasi kepekaan yang cepat, kepedulian tinggi terhadap bangsa dan Negara Indonesia. Dan itu yang selalu orang tua saya hawatirkan. Mereka tidak mau saya ikut terlibat dalam kelompok pendemo yang tak berguna, itu tutur mereka. Karena hal itu kadang hanya kesia-siaan, orang tua ku juga ada benarnya. Tapi menurut ku, asal kita tidak hanya ikut-ikutan saja, tanpa kita faham betul permasalahannya.


Pemimpin yang ideal, pemimpin yang sempurna dan selalu benar, segala pergerakkan yang bisa jadikan contoh, ucapan yang selalu memberikan nasihat, dan kehadirannya yang selalu dirindukan. Jika kita melihat diri kita sendiri, apakah kita sudah seperti itu???? Jauh dari harapan. Itu berarti kita bukanlah seorang pemimpin, atau lebih cocoknya tidak layak menjadi seorang pemimpin? Itu pikiran orang penghayal tanpa pernah berbuat. Dalam beberapa hadist pun telah dikatakan, bahwa setiap insan yang hidup, setiap orang yang merangkak, dan setiap dari kita adalah seorang pemimpin. Tentu, sebagian orang sudah tau, dan sebagian lainnya belum menyadarinya, kenapa? Karena mereka hanya diam, tidak ada yang mereka bisa lakukan, meski mereka berkopenten, merangkak pun, belum, apalagi berjalan. Hehehe!! Maaf itu hanya sedikit gurauan. Tapi itu bisa dibenarkan, anda tahu, pemimpin itu tak pernah bisa diam, mereka selalu melakukan proses. Apapun itu.
Dalam beberapa pelatihan kepemimpinan pun, pasti anda telah bosan mendengarkan pertanyaan seperti ini. Apa arti dari kepemimpinan? Right?! Jawabannya apa? PROSES mempengaruhi suatu kelompok demi mencapai tujuan BERSAMA, singkatnya itu, tergantung pandangan kita seperti apa, anda mau menambahkan atau melebihkan kalimat tersebut.
Bersamaan dengan ditulisnya tulisan ini, ada pesan yang masuk ke cell phone milik saya, dari seorang pemimpin yang memang saya dan teman-teman mempercayai dia untuk menanggung amanah tersebut. Dalam pesan yang cukup panjang dia bertutur, bahwa salam satu teman ku, kita panggil saja dia “A”, pantas untuk menjadi pengganti kedudukannya selama ini. Pertanyaannya, kenapa dia melayangkan pesan itu kepada ku? Mungkin dia hanya salah kirim. Semoga tidak terjadi lagi seperti ya. Lalu kenapa saya menceritakan masalah ini. Bukan hanya sekedar ingin curhat, tapi saya akan memberikan hikmah dari curhatan tadi.
Sebelumnya saya bicara tentang PROSES dan BERSAMA. Teman saya si A ini telah melakukan sebuah proses, untuk kepentingan bersama, dan dilakukan bersama-sama, mungkin itu alasannya kenapa ia dipercayai untuk memimpin, dan saya pun mempercayainya. Karena saya melihat proses yang bagus, proses yang bisa menularkan semangat kepada yang liannya. Itulah sebagian kecil sikap seorang pemimpin.
Semua orang memiliki solusi yang bermacam-macam terhadap suatu masalah dan setiap kepala pastinya memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap suatu hal, begitu pun saya. Termasuk salah satu kasus ini. Pemimpin ideal dan pantas diidolakan, jadi seberapa ideal diri anda akan menjadi tolak ukur apakah anda pantas menjadi seorang pemimpin, dan menjadi idola, idola ini suatu yang disembah, saya lebih setuju panutan, teladan.
Membayangkan sosok seorang pemimpin, pertama. Saya suka pemimpin yang propesional. Terkait hal itu, waktu zaman saya masih polos, diam dan pemalu. Saya mengenal seseorang dengan ke-propesionalnya. Dia salah satu pembimbing, dia yang membimbing aku yang belum tahu apa-apa ini, pada waktu itu. Emosinya sangat terjaga, bijak dalam membuat keputusan, dan kritis dalam menyikapi suatu masalah. Kereenn banget!!
Saya temui orang seperti itu disekumpulan umat di tengah “padang pasir”, ironisnya saat itu memang “haus” akan sosok seorang pemimpin, maka dari itu saya berkesempatan berdiskusi dengan beliau, bertingkah layaknya seorang teman, berkata tak bisa mengakhiri, ketika forum diskusi, ngobrol, bercanda, tertawa. Figur seorang pemimpinnya, sekejap hilang beliau santai dan sederhana, bertingkah seadanya, tertawa seperti dirinya. Berbeda ketika lain kondisi, dalam musyawarah, sidang, bahkan dalam menegakkan kedisiplinan, beliau tak enggan marah, tegas dan berwibawa. Saya bersungguh-sungguh, beliau seperti itu adanya
Kedua. Pandai berkomunikasi, sedikit teringat pada saat itu, saya dan teman-teman seperjuangan, mendapati suatu masalah, masalahnya berat tapi muncul dari hal yang sepele. Miss komunikasi, anda juga sudah akrab dengan ungkapan ini, sepele menurut saya, Cuma gara-gara gak ngomong, koq jadi gini?! Dan saat itu pula, seorang yang lebih berilmu dan beumur dari saya berbisik dalam kebingungan ku, “kunci kesuksesan itu KOMUNIKASI”  kalimat itu masih terngiang dalam telinga saya. Komunikasi itu cukup luas lingkupannya, ada komunikasi yaitu cara kita berbicara dengan orang lain, adapun adanya saling keterbukaan, itu juga bisa disebut komunikasi, pokoknya ketika kita sudah saling mengerti berarti sudah berkomunikasi dengan baik.
Dua hal yang sering aku singgung diatas, adalah dua hal yang sering saya soroti dalam kepemimpinan seseorang (jujur aja) sudah banyak saya bercerita dan berbagi pikiran, semoga pembaca bisa menikmatinya. Sampailah pada penutup tulisan ini, semoga bermanfaat.
Banyak sekali teori kepemimpinan yang sudah kita tahu, entah itu lewat artikel-artikel kecil, buku-buku atau bahkan dengan melihat fenomena yang sering terjadi, tapi menjadi seorang pemimpin itu butuh praktek. Karena teori kadang salah dan tak sejalan. Maka dari itu, bergeraklah sebagai seorang pemimpin, entah itu untuk diri sendiri, untuk orang lain, atau organisasi. Dan ketahuilah, kita akan menciptakan teori-teori itu
Ada kutipan bagus, bukan teori yang saya buat, tapi entah dimana saya pernah mendapatkannya. Orang yang berjiwa kepemimpinan itu, memilki penglihatan sosial, kecakapan berfikir yang abstrak dan bisa menyeimbangkan emosi
Dan contoh pemimpin yang bisa kita teladani sekarang, hanyalah Rosulullah seorang, tidak ada yang lain. Ketahuilah, beliau adalah orang yang sangat berpengaruh.

Pemimpin itu............ rendah hati dan selalu tersenyum J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah berpartisipasi atas terciptanya blog ini. mudah-mudahan blog ini bisa bermanfa'at. Amin