Selasa, 03 April 2012

Cerita Untuk Sahabat



Tak ada yang bisa menduga jalan hidup kita seperti apa. Semua itu terjadi begitu saja, tanpa kita rencanakan. Sungguh hati akan merasa senang ketika salah seorang teman mendapat kebahagiaan
Kemarin aku pendapat kabar gembira yang sangat aku tunggu-tunggu, meski bukan untuk akunkebahagiaan itu di berikan namun alangkah senangnya jika aku yang menyampaikan hal tersebut
Perempuan itu teman sekelas ku. Dia sangat lucu, ramah, dan selalu tersenyum. Dia adalah orang yang tegar dalam menghadapi masalah. Kita panggil dia Ammi



Laki-laki yang di kagumi Ammi adalah salah satu pimpinan organisasi di sekolahnya, tertu kekaguman Ammi semakin dalam, nama laki-laki itu adalah Riza
Cerita berawal dari dunia maya, satu sama lain mereka ingin saling mengenal, walau jarak mereka begitu dekat namun bertegur sapa menjadi suatu yang tak mungkin bagi mereka dan terlalu banyak pertimbangan untuk melakukan hal itu
Pada suatu hari, seperti biasa aku dan Riza membicarakan tentang perkembangan organisasi yang kami ikuti, sampai akhirnya matahari pun bergerak turun dan hari mulai gelap, bergegas kami bersiap untuk pulang, dan di tengah perjalanan pulang ku ucapkan salam yang selalu Ammi titipkan untuk laki-laki pujaannya tersebut “za! Ada salam dari teh Ammi” ucapku, umur mereka memang berbeda namun itu bukanlah suatu batasan bagi mereka untik mengungkapkan rasa “salam balik gitu ya teh.. I lovu you” ucapnya sedikit malu. Sepertinya ucapan itu tulus sampai-sampai aku coba agar dia berkata jujur pada ku, seakan-akan di telah menyembunyikan sesuatu dari ku. Percakapan diantara kami terus berlanjut, sampai aku benar-benar mendapatkan titik terang tentang hatinya itu
“gimana kalu teh Ammi suka??” pertanyaan untuk memastikan apakah dia juga suka dengan Ammi teman ku itu. “ya kalu suka, syukur atuh teh” jawabnya agak gugup. “tapi Iza juga sukakan, bukan hanya sekedar kakak???” pertanyaan ku mungkin terlalu sulit untuk di jawab. Namun diam adalah jawaban yang tepat! Itu berarti ada benarnya aku bertanya seperti itu.
Besoknya aku ceritakan semua pada Ammi, sedikit Ammi kurang percaya akan hal itu, namun aku berusaha meyakinkan Ammi kalau itu benar adanya.

Dan hal itu adalah yang pang membahagiakan hati ku, melihat teman bahagian adalah salah satu cita-cita ku. Dan aku tak pernah lupa kata-kata yang selalu ku ingat saat masa SMP dulu “A FRIEND IN NEED IS A FRIEND INDEED” yang ma’nanya adalah, teman sejati adalah teman yang selalu ada saat di butuhkan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah berpartisipasi atas terciptanya blog ini. mudah-mudahan blog ini bisa bermanfa'at. Amin